Selasa, 26 November 2013
Jumat, 15 November 2013
LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA 1 BUDIDAYA tanaman kedelai
LEMBAR KEGIATAN MAHASISWA 1
BUDIDAYA tanaman kedelai
A. Tujuan :
- Mahasiswa dapat mengecambahkan tanaman kedele (SDA)
- Mahasiswa dapat menanam
B. Alat dan Bahan :
1. Biji 2.
Cetok
3. Media tanam (kapas, tanah subur,rumput) 4. Cawan plastik
Selasa, 27 Agustus 2013
CAMPING PAHALA (Persatuan Mahasiswa Lamongan) UNESA
Camping di Waduk Gondang merupakan salah satu agenda dari PAHALA, disana kami mulai membangun keakraban dengan anggota PAHALA yang baru, meskipun awalnya enggan ikut api alhamdulillah akhirnya bisa pulang dan ikut gabung betrsama teman2 PAHALA.
Selasa, 28 Mei 2013
Media Flash Player
Sahabat akan selalu datang disaat kita membutuhkan, sahabat sejati akan merasa sedih saat kesedihan itu melanda kita, apapun akan dilakukan demi menolong sahabatnya yang sedang kesusahan. Kutemukan sahabat yang setia menolongku, di bumi Unesa ini tepatnya di sebelah ujung Jl. Jetis Kulon Gg. VI no 16 A Surabaya. Sahabat rela menuntunku disaat kaki ini tak mampu berjalan, rela menerangi disaat mata ini tak mampu melihat, rela memberi tempat berteduh disaat matahari mengeluarkan sinar panasnya. Terima kasih kakak Sam Choky B.
Senin, 27 Mei 2013
Terjadinya Batubara
Ada 2 teori
yang menerangkan terjadinya batubara yaitu :
Teori
In-situ : Batubara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan
dimana batubara tersebut terbentuk. Batubara yang terbentuk sesuai dengan teori
in-situ biasanya terjadi di hutan basah dan berawa, sehingga pohon-pohon di
hutan tersebut pada saat mati dan roboh, langsung tenggelam ke dalam rawa
tersebut, dan sisa tumbuhan tersebut tidak mengalami pembusukan secara
sempurna, dan akhirnya menjadi fosil tumbuhan yang membentuk sedimen organik.
Teori Drift : Batubara terbentuk dari tumbuhan atau pohon yang berasal dari hutan yang
bukan di tempat dimana batubara tersebut terbentuk. Batubara yang
terbentuk sesuai dengan teori drift biasanya terjadi di delta-delta, mempunyai
ciri-ciri lapisan batubara tipis, tidak menerus (splitting), banyak lapisannya
(multiple seam), banyak pengotor (kandungan abu cenderung tinggi). Proses
pembentukan batubara terdiri dari dua tahap yaitu tahap biokimia (penggambutan)
dan tahap geokimia (pembatubaraan).
Langganan:
Postingan (Atom)


